Workshop Get Apron, alamat menyusul Senin sampai Sabtu, 09.00 hingga 16.00 WIB Pemesanan: 0812 3456 7890

Panduan Bahan

Memilih Bahan Apron untuk Barista, Chef, dan Waiter

4 menit baca

Apron adalah pakaian kerja yang paling keras hidupnya di sebuah outlet. Dipakai berdiri delapan jam, kena cipratan susu dan kopi, digosok ke meja bar, lalu dicuci hampir setiap hari. Bahan yang salah akan terlihat lusuh dalam dua bulan, dan seragam yang lusuh menurunkan kesan outlet jauh lebih cepat daripada yang disadari pemiliknya.

Tulisan ini membahas cara memilih bahan apron berdasarkan siapa yang memakainya, bukan berdasarkan nama bahan yang terdengar bagus di katalog.

Kenapa posisi staff menentukan bahannya

Barista, chef, dan waiter bergerak dengan cara yang berbeda, dan mereka menghadapi hal yang berbeda pula.

Barista berdiri lama di satu titik, tangannya sering basah, dan apronnya kena cipratan cairan sepanjang shift. Chef berhadapan dengan panas dan minyak, dan apronnya berfungsi sebagai lapisan pelindung, bukan sekadar penanda seragam. Waiter bergerak terus di antara meja, sering membawa nampan, dan apronnya lebih sering dipakai sebagai tempat menyimpan nota dan pulpen.

Tiga kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi satu bahan yang sama dengan hasil yang sama baiknya.

Kanvas dan drill untuk pekerjaan berat

Kanvas dan drill adalah bahan bertenun rapat dengan ketebalan sedang sampai tebal. Keduanya tahan gesekan, tidak mudah tembus cairan, dan jatuhnya berat sehingga apron tidak melambai saat pemakainya bergerak cepat.

Ini pilihan yang masuk akal untuk barista dan chef. Kelemahannya dua: lebih panas dipakai di dapur yang tidak berpendingin, dan butuh waktu lebih lama untuk kering setelah dicuci. Kalau outlet Anda hanya punya satu set apron per orang, pertimbangkan waktu kering ini serius.

Perbedaan kanvas dan drill

Kanvas umumnya lebih kaku dan lebih tebal, dengan permukaan yang terlihat kasar dan berkarakter. Drill lebih halus, sedikit lebih lentur, dan permukaannya punya garis diagonal halus khas tenunan twill. Untuk konsep outlet yang industrial, kanvas biasanya lebih cocok secara tampilan. Untuk konsep yang lebih rapi dan formal, drill lebih pas.

Katun dan oxford untuk yang terlihat pelanggan

Kemeja crew dan seragam kasir berada di titik yang paling sering dilihat tamu. Di sini kenyamanan dan kerapian lebih menentukan daripada ketahanan ekstrem.

Katun menyerap keringat dan adem dipakai, tapi mudah kusut. Oxford sedikit lebih tebal dan jatuhnya lebih rapi, sehingga tetap terlihat teratur walaupun sudah dipakai setengah shift. Keduanya perlu disetrika, dan itu konsekuensi yang harus diterima kalau mengutamakan tampilan.

Lacoste untuk shift panjang

Polo berbahan lacoste adalah jalan tengah yang sering dipilih untuk crew dan supervisor. Bahannya elastis, tidak mudah kusut, dan tidak perlu disetrika setiap hari. Tampilannya kasual tapi tetap rapi.

Kelemahannya, polo tidak memberi kesan seformal kemeja. Untuk restoran dengan layanan meja yang formal, polo bisa terasa kurang. Untuk coffee shop dan cloud kitchen, biasanya justru lebih cocok.

Tiga pertanyaan sebelum memutuskan

Sebelum memilih bahan, jawab tiga hal ini dulu. Jawabannya biasanya sudah cukup menentukan pilihannya sendiri.

Berapa set per orang? Kalau hanya satu set, bahan yang cepat kering jadi jauh lebih penting daripada bahan yang paling awet.

Dapurnya berpendingin atau tidak? Bahan tebal di dapur panas akan membuat staff tidak betah, dan seragam yang tidak nyaman akan dilepas diam-diam saat tidak ada yang melihat.

Siapa yang mencuci? Kalau dicuci di laundry dengan mesin panas, bahan harus tahan cuci panas. Kalau dicuci staff masing-masing di rumah, pilih yang perawatannya paling sederhana.

Warna juga bagian dari keputusan bahan

Warna terang memperlihatkan noda lebih cepat, tapi juga membuat outlet terasa lebih bersih dan terang. Warna gelap menyembunyikan noda, tapi memperlihatkan bekas tepung dan serat putih dengan sangat jelas — ini yang sering luput dipikirkan bakery.

Tidak ada jawaban yang benar untuk semua. Yang ada adalah jawaban yang cocok dengan apa yang dikerjakan tim Anda setiap hari.

Kesimpulan

Pilih bahan dari aktivitas staff, bukan dari daftar nama bahan. Barista dan chef butuh bahan tebal yang tahan cipratan. Posisi yang berhadapan langsung dengan tamu butuh bahan yang rapi dan nyaman. Dan berapa set yang dimiliki tiap orang sering kali lebih menentukan daripada bahannya sendiri.

Kalau masih ragu, sebutkan saja jenis outlet, jumlah staff, dan berapa set per orang yang Anda rencanakan. Dari tiga informasi itu pilihan bahannya biasanya sudah bisa dipersempit jadi dua.